Yehezkiel 13.
Nabi palsu. Bayangkan dipanggil berkhotbah di depan pengkhotbah! Mengapa nabi-nabi ini sangat berbahaya? Karena mereka mencari sendiri pesan mereka dan tidak mencarinya di mulut Tuhan. Bukannya menjadi gembala yang setia menuntun kawanan domba, mereka malah seperti anjing hutan di tengah-tengah reruntuhan. Secara rohani, nabi-nabi palsu ibarat binatang pemakan bangkai, yang hidup di tengah puing-puing kehancuran yang mereka buat sendiri. Mereka menyempaikan pesan damai sejahtera palsu dari diri mereka sendiri. Hal ini berbeda dengan ucapan peringatan Nabi Yeremia (Yeremia 6:14; 8:11) yang menyampaikan maksud Allah, tetapi ditolak bangsa itu. Memiliki keyakinan berdasarkan perasaan sendiri tidak sama dengan memiliki keyakinan dari Tuhan. Sebab Keyakinan berdasarkan perasaan sendiri tidaklah lagi murni tetapi sudah tercemar oleh dosa. Sehingga memiliki kecenderungan untuk menjauh dari perintah Tuhan. Jika perintah Tuhan mengatakan “Pergilah, jadikanlah semua bangsa muridku,” maka Anda harus melakukan perintah tersebut kepada segala suku dan bangsa.